Apakah keterampilan pemrograman dan desain cukup untuk membuat startup ?

  Tanya Jawab

Ditnaya Oleh : AKbar

Jawaban

Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya kira startup yang Anda maksud adalah startup online.

pendiri Kitabisa bukan dari insinyur perangkat lunak atau perancang digital. Tapi sekarang Kitabisa telah menjadi crowdfunding terbesar di Indonesia.

Tahu iman Usman? Faith (CPO) bersama Belva (CEO) adalah pendiri startup Ruang guru, yang saat ini merupakan startup edutech terbesar di Indonesia. Bahkan jika ada berita bahwa itu akan segera menjadi unicorn start-up berikutnya. Selain itu, mereka bukan insinyur perangkat lunak atau perancang digital.

Tokopedia juga didirikan oleh dua insinyur perangkat lunak (William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison) tanpa perancang digital. Dan ada banyak contoh lain dari startup yang sukses di luar sana yang pendirinya bukan insinyur perangkat lunak dan desainer digital.

Jika Anda kembali ke pertanyaan, apakah keterampilan pemrograman dan desain cukup untuk membangun startup? Jadi jawabannya mungkin cukup atau tidak cukup. Pengalaman ini bukan syarat mutlak untuk mendirikan startup. Yang paling penting adalah ide dan waktu. Bagaimana ide dan solusi telah dikembangkan dan dikembangkan untuk memecahkan masalah yang ada. Tetapi idenya tidak cukup, harus disertai dengan waktu yang tepat. Silakan tonton video Bill Gross di bawah ini.

LEAVE A COMMENT